Penjualan Toyota Mengalahkan General Motors di Amerika Serikat

l penjualan produk General Motors

Produsen mobil asal Jepang, Toyota Motor Corp, secara mengejutkan berhasil mengalahkan total penjualan produk General Motors Co (GM.N) di Amerika Serikat untuk sembilan bulan pertama tahun 2021. Turunnya penjualan produsen mobil asal Detroit yang biasa menjadi penjualan nomor 1 tersebut diakibatkan oleh masalah produksi yakni karena kekurangan chip semikonduktor.

Toyota selama sembilan bulan pertama di tahun 2021 ini berhasil menjual 1,86 juta kendaraan dibandingkan dengan pesaingnya GM yang hanya menjual 1,78 juta. Selisih lebih dari 80.000 kendaraan ini dirilis pada minggu lalu dan belum menunjukkan adanya peningkatan yang akan secara signifikan merubah posisi dua brand besar kendaraan ini.

Padahal sebelumnya GM merupakan penjual kendaraan terbesar di Amerika Serikat sejak 1931 yang juga melampaui penjualan Ford Motor Co (F.N) yang diambil berdasarkan data dari publikasi industri Automotive News. Jumlah produksi GM terpukul keras karena adanya krisis chip, akan tetapi beberapa sumber mengatakan bahwa mulai minggu depan sebagian besar pabriknya di Amerika Utara akan beroperasi normal sehingga diharapkan dapat menjawab isu ini.

Dampak keras dari krisis tersebut disampaikan oleh pihak GM, faktanya di lapangan mengatakan bila penjualan kuartal ketiga di AS turun hampir 33% menjadi 446.997 kendaraan. Angka tersebut juga merupakan angka kuartal penjualan terburuk dalam lebih dari satu dekade, dilansir dari Automotive News.

l penjualan produk General Motors

Meskipun demikian, pada bulan ini merangkak baik dengan jumlah penjualan GM naik 0,1% sejak sembilan bulan pertama. Sahamnya juga telah naik lebih dari seperempat nilainya tahun ini yang mana ditutup naik 0,8% pada hari Jumat lalu. Sedangkan di sisi lain, Toyota, produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume, mengatakan penjualannya di AS naik 1,4% menjadi 566.005 kendaraan pada kuartal tersebut.

Penjualan Toyota di AS pun juga mengalami kenaikan signifikan yakni naik 27,9% dalam sembilan bulan pertama. Menanggapi hal tersebut Jim Cain selaku juru bicara GM mengatakan, “Kami tentu berharap kami memiliki beberapa semikonduktor lagi dan saya yakin Toyota berharap mereka memiliki lebih banyak stok pickup dan SUV. Tidak ada yang harus membuat penilaian jangka panjang tentang pasar.” 

Pihak Toyota sendiri juga memberikan komentar bila angka penjualan A.S. pada tahun 2021 adalah sebuah anomali pasar karena masalah chip dan Toyota menekankan bahwa pihaknya tidak pernah fokus untuk menjadi nomor 1 dalam hal penjualan. Ada dua faktor mengapa krisis chip ini menjadi masalah dalam penjualan GM yakni terkait dengan sistem infotainment yang ada dalam kendaraan serta respon pasar terhadap pandemi.

Faktor pertama yang terdampak dari pasokan chip yang berkurang adalah karena mobil menggunakan chip dalam sistem infotainment yang ada didalamnya. Sehingga apabila ada kekurangan chip produksi kendaraan akan terganggu, yang mana fitur infotainment ini merupakan salah satu fitur yang tidak bisa dilewatkan.

Di sisi lain, yang menjadi faktor kedua adalah permintaan chip yang lebih tinggi tidak sebanding dengan kebutuhan pasar di masa pandemi dimana lebih banyak orang bekerja dari rumah dan bergantung pada smartphone dan elektronik lainnya. Akibatnya ketertarikan untuk pembelian kendaraan roda empat pun terganggu.

Apabila kembali melihat sepanjang tahun 2020, GM sebenarnya masih memegang posisi puncak penjualan roda empat dengan berhasil menjual 2,55 juta kendaraan di Amerika Serikat, dibandingkan dengan Toyota yang hanya 2,11 juta unit saja. Sedangkan untuk brand lainnya seperti Ford hanya menjual 2,04 juta unit saja. Di sisi lain, untuk kuartal yang sama, penjualan Nissan di AS lebih dahulu mengalami penurunan 10%.