Pemerintah Beri Bantuan Subsidi Gaji, Siapa yang Bisa Menerima?

subsidi gaji

BSU atau Bantuan Subsidi Upah/Gaji adalah bantuan dari pemerintah guna mempertahankan, melindungi serta meningkatkan kemampuan perekonomian bagi pekerja atau buruh yang terdampak Covid 19. Setiap pekerja yang mendapatkan subsidi gaji akan menerima uang sebesar Rp 500.000 setiap bulannya selama 2 (dua) bulan dan akan diberikan Rp 1.000.000 sekaligus.

Penerima Bantuan Subsidi Upah

Pemerintah melalui Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) terus melakukan proses pencairan dana bantuan BSU bagi pekerja/buruh. Data yang digunakan oleh Kemnaker sebagai penerima subsidi, merupakan data dari pekerja yang tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

Syarat penerima BSU :

  1. WNI (Warga Negara Indonesia)
  2. Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebagai anggota yang aktif.
  3. Pekerja/buruh merupakan penerima upah.
  4. Upah yang diterima setidaknya adalah 3.5 juta rupiah.
  5. Jika UMK atau UMP lebih dari 3.5 juta rupiah.
  6. Berada pada wilayah PPKM dalam level 2 dan 4.
  7. Memiliki rekening tabungan di Bank Himbara.
  8. Lebih diutamakan sebagai pekerja pada sektor industri, seperti barang konsumsi, transportasi, aneka ragam, properti, perdagangan, jasa (kecuali kesehatan juga pendidikan) sesuai yang tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

Persyaratan tersebut sesuai dengan instruksi Sesuai dengan instruksi dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri) No. 22 dan No. 23 tahun 2021.

Cara Mengecek Penerima Bantuan Subsidi Upah

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengecek penerima BSU. Anda dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi miliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker. 

  1. BPJS Ketenagakerjaan

Anda dapat mengakses halaman website bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, pada bagian awal di bawah nantinya akan ada menu untuk mengecek penerima BSU. Silahkan masukan NIK Anda beserta nama lengkap, tempat tanggal lahir dan melakukan verifikasi “bukan robot”. Kemudian Anda dapat mengklik “lanjutkan” setelahnya akan muncul informasi mengenai lolos atau gagal ketika verifikasi termasuk valid atau tidaknya sebagai penerima bantuan subsidi upah.

  1. Aplikasi BPJSTKU

Install terlebih dahulu aplikasi milik BPJSTKU pada ponsel Anda, lakukan registrasi melalui surel (email) dengan mengisikan nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ), Nomor Induk Kependudukan yang ada pada KTP, tanggal lahir dan juga nama Anda.

Jika berhasil log-in, silahkan klik kartu digital, nantinya akan muncul keterangan tentang kepesertaan Anda aktif atau tidaknya akan ada di bagian bawah dari halaman tersebut, termasuk nomor rekening yang terdaftar,

  1. Kemnaker

Masuk ke website resmi milik Kemnaker dan agar melakukan akses status penyaluran Anda harus memiliki akun terlebih dahulu. Karena itu lakukanlah registrasi, ikuti semua langkah-langkah yang diperlukan. Kemudian aktivasi dengan memasukan kode OTP yang dikirim melalui nomor ponsel.

Jika sudah, selanjutnya akan diminta untuk mengisi data diri, mengunggah foto profil, dan lain sebagainya. Berikutnya, cek mengenai informasi terkait status penerima BSU, misalnya terdaftar atau tidaknya Anda sebagai penerima dana. Jika memang termasuk penerima, maka akan langsung ditransferkan ke rekening Himbara dan nantinya akan ada notifikasi.

Cara Pencairan BSU

Untuk penerima bantuan subsidi upah yang memiliki rekening namun bukan Bank Himbara, Anda tetap bisa menerima dana bantuan. Menurut informasi dari kemnaker, Anda dapat membuka rekening baru yang dilakukan secara kolektif, nantinya dana akan ditransfer langsung ke rekening tersebut.

Bagi Anda yang memiliki rekening Bank Himbara namun terdapat kendala ketika akan menerima transfer, misal rekening pasif, tidak valid, sudah ditutup, atau dibekukan. Anda juga bisa membuka kembali rekening Himbara dengan cara tersebut.

Cara untuk mengetahui apakah telah dibukakan rekening secara kolektif atau belum, Anda bisa mengakses website bsu.kemnaker.go.id, berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Setelah Anda membuat akun dan bisa masuk pada menu profil (profile.kemnaker.go.id)
  2. Pada halaman ini, akan terdapat informasi mengenai status calon penerima, yang telah menerima dan pencairan bantuan.
  3. Kemudian akan muncul keterangan rekening baru yang telah dibuatkan dengan cara kolektif.
  4. Kemudian setelah mengetahui informasi tentang rekening tersebut, maka Anda menghubungi pihak HRD atau bank guna mencari tahu jadwal aktivasinya.
  5. Dana bantuan subsidi upah bisa digunakan apabila rekening telah aktif, selambat-lambatnya 15 Desember tahun 2021.
  6. Jika sampai dengan tanggal tersebut rekening tidak juga diaktivasi, maka dana akan dikembalikan dan masuk kas negara.

Demikianlah informasi terkait BSU (Bantuan Subsidi Upah) yang memang ditujukan untuk para pekerja atau buruh yang terkena dampak dari pandemi Covid 19. Namun, bantuan ini tidak bisa begitu saja diberikan. Karena tetap ada seleksi bagi siapa saja penerima dana BSU ini.

Pastikan jika Anda memang aktif sebagai anggota dari BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki rekening di salah satu Bank Himbara. Namun, apabila rekening tersebut tidak aktif maka bisa saja bantuan tersebut kembali kepada negara atau disalurkan kepada calon penerima BSU lain.