Luna Maya Buka Startup Kecantikan Dapat Dana Rp 71 Miliar

bisnis kecantikan luna maya

Artis cantik bertalenta di tanah air Luna Maya diketahui telah membuka startup kosmetik dan perawatan kulit D2C (direct to-customer) dengan nama brand NAMA Beauty. Meskipun baru saja melandai, startup ini sudah berhasil memperoleh pendanaan tahap awal sekitar Rp. 71 Miliar dari perusahaan modal ventura AC Ventures, Sicepat Ekspres, dan DMMX yang dirikan oleh pengusaha Pandu Sjahrir.

NAMA Beauty diperkirakan akan sukses menjangkau distribusi yang kuat dan terukur karena bermitra dengan PT Sicepat Ekspress Indonesia dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Menurut Pandu Sjahrir, alasan di balik pendanaan tersebut karena pertumbuhan industri kecantikan dalam beberapa waktu terakhir yang semakin tangguh, meskipun tetap ada tantangan yang harus dihadapi.

Pandu sendiri juga sudah cukup lama mengenal Luna Maya, bahkan ia mengatakan telah mengikuti perkembangan perusahaan NAMA Beauty sejak awal berdiri.  Melalui kemitraan DMMX dan Sicepat, ia akan memanfaatkan kekuatan tersebut untuk membantu membangun merek kecantikan NAMA Beauty sampai mencapai potensi penuh.  

Dalam sebuah wawancara bersama KOMPAS, pendiri perusahaan ventura AC Ventures ini menuturkan akan meningkatkan penjualan produk ke jaringan distribusi pasar offline melalui DMMX. Dan untuk penjualan digital akan memanfaatkan platform dari DMMX yakni SRC. Menurut penilaiannya, cara ini efektif membantu brand kecantikan milik Luna Maya dalam mempercepat distribusi sekaligus memperluas jangkauan pasar.  

Sementara untuk mitra logistik NAMA Beauty akan di handle oleh Sicepat Express, sehingga akan lebih siap dalam memenuhi kebutuhan pengiriman. Dengan bantuan tersebut, NAMA Beauty bisa menjadi pemain bisnis yang berpotensi kuat menguasai industri kecantikan di tanah air.

Bagaimana tanggapan Luna Maya selaku CEO NAMA Beauty? Tentunya sangat bersyukur, karena dengan Adanya Pendanaan tersebut ia dan tim dapat lebih bertumbuh bersama memaksimalkan momentum dan peluang bisnisnya dengan lebih percaya diri.

Startup ini tidak hanya didirikan oleh Luna Maya saja, tapi juga ada peran co-founder Marcel Lukman yang menjadi rekannya. NAMA Beauty diketahui berdiri sejak tahun 2019 sebagai merk kosmetik berkualitas namun dijual dengan harga terjangkau. Mereka berusaha memanfaatkan peningkatan jumlah pengguna internet dan selera wanita Indonesia yang terus meningkat akan kosmetik.

Sebelum membuka startup ini, Marcel telah mendirikan toko yang mendistribusikan merk Superga dan Fred Perry bernama The 707 Company. NAMA Beauty sendiri memiliki model bisnis direct to consumer (D2C) dengan semangat “Beauty in your own way”.

NAMA Beauty dengan Model Bisnis D2C yang Dianutnya

Bagi orang awam, mungkin tidak mengerti maksud dari model bisnis ini. D2C sendiri adalah model bisnis untuk melakukan penjualan tanpa perantara. Mulai dari memproduksi, mengemas, hingga mengirim produk dilakukan secara langsung oleh pemilik bisnis tanpa campur tangan pihak lain seperti toko retail, reseller, dan dropshipper.

NAMA Beauty bisa memasarkan produk melalui salurannya sendiri, mulai dari toko fisik, sosial media, website, maupun aplikasi mobile supaya terhubung langsung dengan konsumen. Untuk masalah keunggulan model bisnis D2C tentu banyak, mulai dari keuntungan dari penjualan karena bebas menentukan harga produk sendiri, mudah dalam mengidentifikasi data konsumen (karakteristik dan perilaku), dan masih banyak lagi.

Proses distribusi produk juga lebih mudah karena NAMA Beauty bermitra dengan layanan ekspedisi Sicepat. Bahkan produk ini bisa menjangkau distribusi pasar online seperti SRC yang tersebar di lebih dari 20 kota di Indonesia. Dalam perkembangannya, brand kecantikan Luna Maya dan Marcel Lukman ini akan menjual produk dalam platform perdagangan digital yang disediakan DMMX.

Rencana Penggunaan Dana Rp. 71 Miliar

NAMA Bauty berencana menggunakan pendanaan ini untuk mengembangkan riset dan pengembangan, pemasaran, merekrut lebih banyak talena, branding, serta meluncurkan lini merek baru mereka. Dengan kombinasi kemampuan Luna Maya membaca tren kecantikan terbaru, serta tim R&D yang kuat dan kompeten, NAMA beauty dapat membuat merek kedua dengan harga bersaing tanpa mengorbankan kualitas produk.  

Sebagai publik figur, Luna Maya tentu dapat memberikan eksposur tinggi di kalangan masyarakat. Ia merupakan tokoh terkenal yang saat ini memiliki pengikut sosial media hampir 40 juta orang dan akan terus bertambah. Hal ini sangat mungkin memberikan pengaruh besar terhadap konsumen yang punya selera kosmetik tinggi.  Di sisi lain, ada Marcel Lukman yang telah mempunyai pengalaman cukup lama di dunia ritel. Dengan mengkombinasikan kedua latar belakang founder, startup NAMA Beauty berpotensi menjadi salah satu merek terkemuka di Indonesia.

Seberapa besar potensi tersebut?Menurut data dari Euromonitor, diperkirakan pada tahun 2023 nanti pasar kosmetik wanita di Indonesia berpotensi menghasilkan 1 Miliar dolar amerika dengan pertumbuhan CAGR atau rata-rata per tahun mencapai 16,9%.

Mari kita lihat kedepannya, apakah Luna Maya dan Tim NAMA Beauty dapat memanfaatkan pendanaan besar tersebut dengan maksimal.