Ancaman Resesi di Tahun 2023, Apa Itu Sebenarnya Resesi?


Masyarakat dihebohkan dengan isu yang beredar, diprediksi sekitar tahun 2023 akan terjadi resesi. Satu per satu negara di dunia mulai saat ini dikabarkan terkena dampak resesi, secara total saat ini sudah lebih dari 44 negara di dunia yang mengalami resesi.

Apakah Indonesia akan mengalami resesi? Kamu mungkin penasaran tentang apa sebenarnya resesi itu sendiri? Apa dampak yang akan kamu terima dari resesi itu sendiri? Berikut ini penjelasan tentang resesi yang wajib kamu pahami agar memahami betul segala sesuatu mengenai resesi.

Pengertian Resesi

Ada banyak pengertian resesi menurut para ahli, namun secara umum resesi dapat diartikan sebagai kemunduran atau penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi, resesi biasanya berlangsung dalam waktu berbulan-bulan. Dampak dari resesi biasanya dapat dilihat dari berbagai aspek termasuk lapangan kerja.

  • Pengertian Resesi Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, resesi disebut sebagai kelesuan dalam kegiatan ekonomi seperti dagang, industri dan lain sebagainya, dapat diartikan juga kegiatan ekonomi seolah-olah terhenti. Resesi juga dapat diartikan sebagai kondisi dimana kegiatan industri mengalami penurunan atau kemunduran.

  • Pengertian Resesi Menurut BREN

Biro Riset Ekonomi Nasional alias BERN menjelaskan bahwa resesi merupakan suatu peristiwa penurunan secara signifikan dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh perekonomian, kondisi itu biasanya berlangsung selama lebih dari beberapa bulan. 

Mereka juga menjelaskan bahwa penurunan itu terlihat dari PDB ril, pendapatan ril, lapangan kerja, produksi industri dan penjualan grosir eceran. Selain itu dapat dilihat juga dari kondisi ekonomi yang dialami dan dirasakan langsung oleh masyarakat menengah ke bawah.

Penyebab Resesi Ekonomi

Resesi ekonomi tentu tidak muncul begitu saja, ada beberapa faktor yang menyebabkan resesi ekonomi dialami oleh suatu negara. Dengan memahami penyebab dari resesi, kamu akan lebih bijak dalam menyikapi resesi itu sendiri. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan resesi.

  • Inflasi

Inflasi merupakan salah satu faktor resesi, inflasi dapat diartikan sebagai kondisi dimana harga barang mengalami kenaikan secara terus-menerus. Sebenarnya inflasi bukanlah suatu hal yang buruk, bahkan wajar. Namun apabila inflasi terjadi secara berlebihan, maka akan berdampak buruk, termasuk resesi.

  • Deflasi Berlebihan

Deflasi merupakan kondisi saat harga barang mengalami penurunan dari waktu ke waktu secara terus menerus, penurunan harga barang mungkin dalam waktu beberapa saat bisa disebut positif, namun penurunan itu berdampak juga terhadap penurunan gaji para pekerja, hal tersebut disebut upah menyusut.

  • Gelembung Aset

Penyebab resesi ekonomi selanjutnya adalah gelembung aset. Gelembung aset merupakan kondisi dimana semua investor menjual saham yang mereka punya, yang kemudian tindakan itu justru menyebabkan resesi, biasanya mereka melakukan tindakan itu lantaran panik.

  • Pertumbuhan Ekonomi Menurun Selama Dua Kuartal

Faktor selanjutnya yang dapat menyebabkan resesi adalah pertumbuhan ekonomi yang menyusut selama dua kuartal berturut-turut. Jika PDB mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut, maka pertumbuhan suatu negara tersebut akan mengalami sebuah resesi.

Dampak dari Resesi

Setelah kamu memahami pengertian dan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya resesi, maka selanjutnya adalah kamu harus memahami dampak dari resesi itu sendiri, apa saja dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan, pemerintah dan pekerja? berikut penjelasannya.

  • Dampak Resesi Untuk Perusahaan

Kamu harus tahu, dampaknya bisa jadi sangat buruk. Bisnis berpotensi bangkrut saat terjadi resesi. Ketika resesi melanda suatu negara, maka daya beli masyarakat menurun dan pendapatan perusahaan akan semakin kecil. Kondisi seperti itu yang dikhawatirkan mengancam kelancaran arus kas.

Penurunan daya beli masyarakat akan mendorong perusahaan untuk perang harga, nianya mungkin untuk menyelamatkan perusahaan itu sendiri, namun langkah tersebut kenyataannya membuat keuntungan menurun, menekan tindakan PHK dan bahkan bisa sampai bangkrut.

  • Dampak Resesi Untuk Para Pekerja

Pekerja terancam kehilangan pekerjaannya apabila suatu negara mengalami resesi yang menyebabkan perusahaan tidak bisa bertahan. Menutup area bisnis yang kurang menguntungkan akibat resesi tentu saja berdampak terhadap para pekerja yang menggantungkan nasibnya, sehingga tingkat pengangguran meningkat.

  • Dampak Resesi Untuk Pemerintah

Selain perusahaan dan pekerja, pemerintah juga akan merasakan dampak negatif dari resesi ekonomi yang dialami oleh suatu negara, diantaranya ialah pendapatan negara dari pajak dan non pajak menjadi rendah atau mengalami penurunan, hingga harga properti anjlok dan jumlah PPN rendah.

Ketika pendapatan negara merosot, pemerintah ditekan atau dituntut untuk membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya lantaran banyaknya pekerja yang di PHK, begitupun perusahaan-perusahaan yang mengalami kebangkrutan akan menuntut pemerintah menyelesaikan masalah resesi.

Demikian penjelasan seputar pengertian, penyebab dan dampak dari resesi. Setiap negara tentunya tidak ingin mengalami resesi, karena resesi berdampak pada semuanya, baik pemerintah, perusahaan, pekerja ataupun masyarakat, tentu saja semua berharap Indonesia terhindar dari resesi.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *