Erick Thohir Berharap Pesantren jadi Penggerak Ekonomi Umat


Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara dan juga sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, telah berkomitmen membuat pondok pesantren menjadi mercusuar peradaban. Lalu, beliau juga berjanji akan menjadikan pondok pesantren menjadi sebuah penggerak ekonomi umat. 

“Kita bisa bersolidaritas untuk membangun tanah air ini dan juga menciptakan kesejahteraan masyarakat, mulai secara sosial hingga ekonomi. Khususnya, saat menghadapi rintangan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045,” jelas Erick Thohir ketika bersilaturahmi dengan seluruh kiai dan alim di Pasuruan, Jawa Timur, dikutip dari Liputan6, Sabtu (21/5/22). 

Persatuan bangsa tentunya menjadi napas guna mensukseskan pertumbuhan kesejahteraan dan ekonomi. Untuk mensukseskan cita-cita itu, Erick mengungkapkan sudah merancang beberapa program di BUMN yang bisa dioptimalkan, khususnya untuk kalangan pesantren supaya mempunyai kemandirian ekonomi. 

Pertama, program Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), yang dimulai dari membangun 250 BUMNU baru di tahun 2022 ini. Selain itu, Erick juga berharap jika BUMNU yang dinaungi oleh BUMN ini bisa menjadi faktor yang bisa mendorong perekonomian umat dengan basis pesantren. 

BUMNU merupakan program kolaborasi antara BUMN dan unit bisnis di bawah NU, yang dirilis pada Februari 2022 akhir dan bertepatan dengan peringatan hari lahir dari NU yang ke 99. 

Kedua, program Santri Magang dan Santripreneur di BUMN, yang diharapkan bisa memberdayakan seluruh santri untuk mengembangkan ekosistem ekonomi dan bisnis syariah lewat perspektif ilmu fiqih yang sudah dikuasai. 

Program lainnya 

Ketiga, terdapat program Pertashop yang dimana pesantren dapat mengisi benang distribusi berbagai produk dari Pertama guna mendorong ekonomi yang mandiri dengan mengelolanya secara kolektif. 

“Keempat terdapat program Makmur, yang bisa membantu dan membina para petani atau kalangan pesantren untuk pengembangan agribisnis. Pada program tersebut petani memperoleh pendampingan, akses yang dibiayai dan hasilnya bisa dijual ke BUMN,” jelas Erick. 

Yang terakhir, lanjut Erick, BUMN mempunyai program vokasi lewat tanggung jawab sosial dan juga lingkungan pada 15 pesantren untuk percontohan. Selain itu, terdapat pula program beasiswa pendidikan untuk jenjang S2 yang bisa diikuti oleh para pengajar dan guru yang ada di pesantren. 

Erick mengungkapkan jika optimalisasi berbagai program tersebut bisa sukses bila masyarakatnya harmonis dan kompak serta tidak mudah untuk terpecah belah sebab ada sentimen yang provokatif.

“Persatuan dan keharmonisan warga wajib dijaga sebab itu merupakan pondasi bangsa Indonesia guna menjadi negara yang maju. Dulu orang tua saya mengajarkan tentang pentingnya karakter sedari dini sebab kepintaran tanpa karakter hanya akan menjadi kejahatan dan kekayaan tanpa karakter bisa menjadi kerakusan. Oleh sebab itu, pada kepemimpinan saya, saya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak,” kata Erick. 

Meminta Doa 

Menurut Erick, seluruh alim ulama dan pesantren mempunyai peran yang begitu penting untuk membangun generasi muda Muslim dengan lembut, moderat, tawadhu dan akhlakul karimah seperti teladan menurut KH Abdul Hamid. 

Dari teladan itu, Indonesia dapat membuat tatanan masyarakat yang sangat kuat tali silaturahminya, yang dimulai dari pesantren dan santri. 

“Apabila solidaritasnya telah terjalin dengan sangat kuat, maka InsyaAllah pesantren akan supa untuk menjadi tulang punggung dalam kesejahteraan umat dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Erick. 

Tidak lupa juga Erick meminta dukungan dan doa dari seluruh ulama supaya bisa menjadi teladan dan menjaga amanah saat memimpin Kementerian BUMN dan bisa memberikan manfaat dan dampak nyata untuk masyarakat. 

Lalu, Erick pun memohon doa dari para ulama, kyai dan juga santri supaya sanggup untuk menjalani amanah menjadi Ketua Harlah NU yang ke 100 tahun dengan benar. 

“Mohon doa dan juga restunya dari seluruh ulama, kyai, dan santri supaya persiapan agenda ini bisa berjalan dengan lancar. Akhir kaya, saya akan mengajak semua keluarga pesantren ini untuk bersama-sama merawat keharmonisan para umat, mengingat kembali tali-tali silaturahmi demi kebaikan dari semua rakyat Indonesia,” ungkap Erick. 

Selain itu, Erick menjelaskan jika untuk membangun ekonomi yang kuat, dibutuhkan usaha untuk menghidupkan lagi industri halal menjadi sebuah potensi dan juga peluang. 

“Indonesia ini mempunyai konsumsi akan industri halal paling besar keempat, tetapi produksi pakaian dan makanan halal tidak masuk ke 10 besar,” jelasnya. 

Seharusnya, kata beliau, konsumsi akan produk halal harus seimbang dengan jumlah produksi. “Ini yang nantinya akan selalu kita dorong supaya produksi produk yang halal dapat mencukupi konsumsi,” ungkapnya. 

Nah, itu tadi ulasan tentang pesantren yang bisa menjadi penggerak ekonomi umat yang sedang direncanakan oleh Erick Thohir. Semoga dengan adanya hal tersebut, bisa membuat Indonesia menjadi lebih maju lagi dan juga diharapkan dari ulasan di atas bisa menambah pengetahuan Anda lebih jauh tentang dunia perekonomian. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *