Mudik Mulai Diperbolehkan, Tapi Apa Syaratnya?

Mudik Mulai Diperbolehkan, Tapi Apa Syaratnya?

Berbeda dari tahun kemarin, tahun 2022 ini pemerintah tidak lagi memberlakukan larangan mudik lebaran. Tetapi, masyarakat diperbolehkan untuk mudik jika sudah memperoleh vaksin Covid-19 dosis lengkap dengan vaksin booster. Lalu, bagaimana bila masyarakat yang belum melakukan vaksin Covid-19? 

Pemerintah memberikan izin kepada masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini dan menjadi pertama kalinya pemerintah memperbolehkan masyarakat mudik di masa pandemi Covid-19, sesudah 2 tahun berturut-turut tidak diizinkan mudik oleh pemerintah. 

Namun, terdapat beberapa syarat khusus untuk mereka yang ingin mudik, yaitu telah melakukan vaksin 1 dan 2 serta vaksin booster. 

“Untuk masyarakat yang ingin mudik lebaran juga diperbolehkan, dipersilahkan, dengan syarat telah memperoleh vaksin 2 kali dan vaksin booster, serta selalu menerapkan prokes yang ketat,” Ungkap Presiden Joko Widodo pada pers secara daring, Rabu (23/3/22). 

Dan bagaimana untuk masyarakat yang belum memperoleh vaksin Covid-19 maupun booster? Apakah tetap diperbolehkan untuk mudik? 

Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan (MenKes) memastikan jika masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster diperbolehkan untuk mudik. Tetapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di bawah ini ada syarat-syarat untuk Anda yang belum melakukan booster: 

  • Untuk Anda yang telah menerima vaksin dosis pertama, syaratnya harus memiliki hasil negatif pada tes PCR Covid-19 untuk syarat perjalanannya. 
  • Sementara untuk Anda yang telah menerima vaksin dosis lengkap, makan wajib menunjukkan hasil tes antigen negatif untuk persyaratan mudik. 

“Jika belum menerima vaksin booster, jika dia baru mendapatkan vaksin 2 kali, maka harus tes antigen,” ucap Budi pada pers daring, Rabu (23/3/22). 

Mudik Mulai Diperbolehkan, Tapi Apa Syaratnya?

Peraturan resmi untuk persyaratan perjalanan dan pelaksanaan mudik tahun ini nantinya terdapat pada Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan dan juga SE dari Satgas Covid-19.  Selain itu, guna memenuhi kebutuhan vaksin ketiga atau booster saat perjalanan mudik, maka pemerintah akan menyediakan pos vaksinasi. 

Nantinya, di beberapa tempat akan disediakan pos-pos mulai dari transportasi umum atau sejumlah pos vaksinasi untuk para pemudik yang belum menerima vaksin. Budi juga mengatakan jika sekarang stok vaksin masih terbilang cukup guna memenuhi kebutuhan vaksin dosis dua dan booster sampai empat di bulan mendatang. 

Menurut beliau, persediaan vaksin saat ini masih mencukupi, termasuk bila pemerintah ingin meningkatkan pemberian vaksin ketiga atau booster untuk masyarakat yang mudik sebelum mereka melakukan perjalanan. 

“Masih terdapat 80 juta vaksin untuk dosis kedua dan booster,” Ujarnya. 

Selain itu, beliau juga menambahkan bila syarat vaksin ketiga atau booster untuk melakukan mudik tahun ini dilakukan untuk melindungi para lansia. Menurut beliau, lansia merupakan golongan yang rentan akan terkena penyakit Covid-19 ketika lebaran sebab mereka akan banyak bertemu dengan teman dan saudara. 

“Jika vaksin tidak lengkap, maka bisa berdampak negatif khususnya pada lansia. Orang tua ini ketika lebaran menjadi sasaran yang dikunjungi oleh anak-anaknya, sebab itu (Presiden) menganjurkan jika ingin mudik maka ada baiknya melakukan booster, agar mengurangi resiko orang yang akan dikunjunginya nanti terpapar Covid-19,” jelas Budi. 

Pelonggaran lainnya

Tidak hanya mudik saja yang diizinkan, pemerintah juga memberlakukan beberapa pelonggaran lainnya menjelang bulan Ramadhan tahun ini, seperti di tahun ini umat muslim diperbolehkan untuk menjalankan ibadah sholat tarawih di mushola dan masjid. 

Sebagaimana yang seperti Anda tahu, jika pada dua tahun ini pemerintah menyarankan umat Islam untuk melakukan ibadah di rumah saja saat bulan Ramadhan karena kasus Covid-19 yang terus meningkat dan tidak terkendali. 

Walaupun begitu, di bulan Ramadhan tahun ini para pejabat dan pegawai pemerintah masih tidak diizinkan untuk mengadakan open house dan buka bersama secara besar-besaran. Peraturan lainnya juga yang dilonggarkan yaitu dihapuskannya karantina untuk masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri dan pulang ke tanah air. 

Meskipun demikian, para pelaku yang melakukan perjalanan luar negeri ini wajib untuk melakukan tes PCR dengan hasil negatif. Tetapi, bila hasilnya positif, maka mereka akan ditangani secara langsung oleh Satgas dan harus melakukan karantina. 

Tidak lupa Presiden Joko Widodo juga selalu mengingatkan jika walaupun situasi pandemi di Indonesia ini telah menunjukkan penurunan atau perbaikan, namun masyarakat tetap diminta untuk menjaga protokol kesehatan. 

“Saya minta kita tetap menjalani prokes dengan disiplin, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker wajah,” kata Presiden Joko Widodo. 

Tentu saja protokol kesehatan harus wajib kita terapkan kapanpun dan dimanapun berada agar kasus Covid-19 di tanah air ini tidak meningkat kembali dan juga bisa membantu untuk menjaga kesehatan orang-orang yang ada di sekeliling kita. 

Nah, demikianlah ulasan tentang persyaratan mudik yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan mudik. Selamat mudik dan selamat berkumpul dengan keluarga tersayang, ya!