NetTV Resmi Tercatat di Bursa Efek

Net TV atau PT Net Visi Media Tbk menjadi perusahaan ke-4 yang resmi tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia) selama tahun 2022. Perusahaan tersebut masuk di Bursa Efek Indonesia sejak 26 Januari 2020 dengan kode saham NETV. Emiten yang bergerak di sektor media dan hiburan itu menawarkan sahamnya atau IPO (Initial Public Offering) di harga Rp 196 per lembar saham. Net TV melepaskan sahamnya senilai 756,3 juta atau setara 4,37 persen dari modal yang disetor penuh dan ditempatkan setelah IPO sehingga diharapkan akan diperoleh dana sekitar Rp 149,99 miliar.

Menurut Deddy Hariyanto selaku CEO Net TV, perolehan dana tersebut untuk mengembangkan perusahaan beserta konten-konten pada Net TV agar jangkauan penikmatnya bisa lebih luas lagi. Selain itu, Net TV juga akan terus melakukan inovasi-inovasi di anak perusahaannya untuk menyuguhkan media siaran yang berbasis digital dan mengembangkannya. Pengembangan tersebut seperti halnya dilakukan untuk pembelian program, produksi konten,serta industri manajemen artis.

Persentasenya yaitu 18,5% dimanfaatkan untuk pemodalan kerja industri manajemen artis yaitu biaya untuk mengembangkan keahlian maupun keterampilan artis sekaligus operasionalnya. Sebesar 53% untuk menyetorkan modal ke PT Net Mediatama Televisi yang digunakan untuk pembelian maupun pembuatan program, melunasi hutang-hutang serta biaya operasional lainnya. Dan 28,5% akan dimanfaatkan untuk memberikan modal ke PT Net Media Digital sebagai biaya operasional dan pembelian maupun pembuatan program. 

Net TV juga akan melakukan konversi sebanyak 1,80 miliar saham atas seluruh pinjaman yang dimiliki PT Indika Inti Holdiko dengan  menerbitkan saham baru sebanyak 5,93 miliar. Selain itu, saham baru tersebut dikonversi dengan menerbitkan MCB (Mandatory Convertible Bonds) yang ditujukkan kepada PT Semangat Bambu Runcing sekitar 2,06 miliar saham serta PT First Global Utama sekitar 2,06 miliar saham.

Total saham yang dikonversikan tersebut akan setara dengan kepemilikan 25 % dari modal yang disetor penuh dan ditempatkan setelah IPO. Net TV juga akan mengalokasikan saham sebanyak 703,5 juta lembar atau 2,91 % untuk manajemen dan karyawan melalui Management and Employee Stock Option Plan/MESOP atau Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan.

Saham Net TV mulai menarik banyak investor sehingga sempat naik dari harga saham di awal penawaran Rp 196 menjadi Rp 640 dalam 5 hari setelah IPO. Dan terus mengalami kenaikan hingga dijual di harga Rp 695 namun sampai pertengahan bulan Februari ini melandai dan stabil di angka Rp 650. 

Perusahaan yang mengakuisi saham kepemilikan dari Spacetoon sebesar 95 % dan mulai menyiarkan programnya pada tahun 2013 ini memiliki konten-konten yang masa kini seperti Indonesia Next Top Model, Tonight Show, Biar Viral, Drakor dan program-program lainnya. Net TV akan terus melakukan pengembangan pada platform digitalnya yaitu live streaming dan youtube. Selain itu, akan disiapkan inovasi untuk platform OTT (Over The Top) atau Video Apps yang diluncurkan pada tahun 2016. 

Net TV juga akan berkolaborasi dengan beberapa mitra untuk mengidentifikasi adakah peluang monetisasi pada IP (Internet Protocol) yang baru termasuk memanfaatkan metaverse layaknya AR (Augmented Reality) maupun NFT (Non Fungible Token) yang sedang naik daun di kalangan kreator.

Net TV termasuk baru dalam dunia hiburan namun kiprahnya tidak diragukan lagi sejak kemunculannya pada tahun 2013. Stasiun TV yang memiliki banyak inovasi dan menghadirkan konten kreatif ini diprakasai oleh Wisnuhutama yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Trans TV dan mantan Komisaris Independen SCTV yaitu Agus Lasmono yang saat itu menjadi CEO Grup Indika. Setelah Grup Indika mengambil alih saham kepemilikian PT Televisi Anak Spacetoon maka pada tanggal 18 Mei 2013, Net TV menggantikan siaran dan jaringan frekuensi milik Spacetoon.

Masa percobaan siaran tersebut dimulai dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB tanpa ada break iklan sama sekali. Program-program yang sebelumnya ada di Spacetoon diubah menjadi program siaran yang lebih modern dan kekinian. Diawali dengan tayangan hiburan komedi “The Comment” yang menampilkan Imam Darto dan Dimas Danang sebagai host. Lalu sitkom “Tetangga Masa Gitu” dan program “Ini Talk Show” dipandu oleh Andre dan Sule. Program-program unggulan Net TV lainnya dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan sehingga bukan hal yang aneh jika perusahaan tersebut mulai menjualkan sahamnya ke masyarakat luas. 
Sayangnya, pergerakan saham Net TV saat ini sedang dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia karena diduga terjadi UMA (Unusual Market Activity meskipun memang belum ada pelanggaran di pasar modal. Karena hal itu pihak BEI menghimbau kepada para investor untuk terus mengamati segala informasi tentang Net TV serta menimbang kembali kemungkinan yang dapat terjadi sebelum memutuskan untuk berinvetasi pada saham Net TV.