Perbedaan Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan

bpjs kesehatan

Kesehatan memang hak siapapun yang menjadi masyarakat Indonesia. Hal ini sudah diatur dalam undang-undang yang berlaku. Maka dari itu wakil pelaksana kebijakan negara yakni pemerintah harus mampu mewujudkan masyarakat sejahtera dan sehat. Tak lain dan tak bukan untuk mendukung cita-cita negara agar lebih cepat terwujud. Agenda masyarakat sehat sudah dimulai sejak tahun 1968. Hingga tahun 2021, ada dua program layanan proteksi kesehatan yang masih berjalan, yakni KIS dan BPJS Kesehatan.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan seringkali dianggap sama, karena memiliki fungsi untuk menjamin kesehatan masyarakat Indonesia.  Padahal dari segi kepesertaan dan pembayaran iurannya saja sudah terlihat berbeda. Secara garis besar peserta KIS ditujukan kepada masyarakat kurang mampu, sementara BPJS kesehatan bisa digunakan oleh semua kalangan.

Kedua layanan proteksi kesehatan tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan tujuan menjamin kesehatan seluruh warga negara.  Untuk mengetahui perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan, mari simak pembahasan berikut.

Pengertian Layanan Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan

KIS adalah program yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo bersama wakil presiden Jusuf Kalla berselang 14 hari setelah dilantik untuk membuat masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. Kehadiran KIS saat ini memang membuat banyak orang kebingungan karena sebelumnya sudah ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berada dibawah naungan BPJS. Masyarakat jadi bingung memilih asuransi kesehatan milik negara atau pemerintah.

KIS sendiri memiliki fungsi untuk memberikan jaminan kesehatan secara gratis. Para pesertanya dapat menggunakan fungsi kartu tersebut pada setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga lanjut. KIS diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta Program JKN, termasuk peserta golongan fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi penerima bantuan iuran.

Sementara BPJS Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan, sudah mulai beroperasi sejak awal tahun 2014 lalu. Para peserta BPJS Kesehatan adalah semua penduduk Indonesia, termasuk orang asing yang telah bekerja selama enam bulan. Kalau KIS gratis maka program ini menggunakan sistem iuran. Kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat wajib. Sebelumnya ada beberapa kelas dalam layanan proteksi kesehatan ini, namun akan segera dihapuskan oleh pemerintah. Pesertanya ada dua kelompok, yakni PBI jaminan kesehatan dan bukan PBI jaminan kesehatan.

Perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan

Meski sama-sama memberikan bantuan kepada masyarakat dalam hal memperoleh pelayanan kesehatan memadai, namun terdapat sejumlah perbedaan yang dimiliki kedua jaminan tersebut. Diantaranya yakni:

Sasaran Peserta

KIS diprioritaskan khusus untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dan fakir miskin, istilahnya disebut dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Informasi ini merujuk pada situs resmi BPJS Kesehatan. Sementara untuk peserta program BPJS Kesehatan sendiri berasal dari semua kalangan, baik kaya atau miskin diwajibkan mengikuti program tersebut. Dengan demikian setiap orang punya kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan kesehatan di Indonesia.

Untuk kepesertaan program jaminan kesehatan nasional ini dibedakan menjadi dua kategori yakni:

  • Kategori masyarakat tidak mampu dan miskin sehingga iurannya dibayar pemerintah.
  • Kategori masyarakat wajib daftar dan membayar sendiri atau dibayar pemberi kerja.

Manfaat

BPJS Kesehatan menjamin biaya pelayanan kesehatan kuratif, preventif, promotif dan rehabilitatif bagi seluruh peserta yang masih aktif. Manfaat medisnya sama dengan KIS, hanya berbeda atas hak ruang kelas rawat inap saja.

Iuran

Para peserta KIS tidak dipungut biaya sama sekali karena iurannya dibayar oleh pemerintah. Semetara untuk peserta program BPJS Kesehatan harus membayar iuran setiap bulan sesuai dengan kelas yang dipilih. Saat ini layanan kesehatan BPJS terbagi dalam 3 kelas dengan nominal tarif yang berbeda. Perbedaan kelas dapat mempengaruhi fasilitas layanan yang ditanggung, mulai dari alat bantuan kesehatan, persalinan, rawat inap, hingga rawat jalan. Hanya saja dalam waktu dekat pemerintah Indonesia berencana menghapus semua kelas BPJS Kesehatan.

Cakupan Wilayah

Program KIS bersifat lebih portabel, artinya bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia sesuai aturan yang berlaku. Sementara untuk BPJS Kesehatan hanya bisa digunakan berobat pada Faskes yang sudah didaftarkan di kota masing-masing.

Faskes dan Prosedur Pelayanan

Pemegang KIS berhak mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti dokter umum, klinik kesehatan, dan puskesmas. Kalau mendapat rujukan dari Faskes I maka pemegang KIS juga berhak mendapat fasilitas kesehatan tingkat lanjutan seperti rumah sakit secara gratis. Bagaimana dengan BPJS Kesehatan? Hanya berlaku di faskes tingkat pertama atau puskesmas yang sudah terdaftar. Pemegang BPJS Kesehatan yang ingin dirawat di rumah sakit karena perawatan lanjutan harus mendapat rujukan dari faskes masing-masing.

Itulah beberapa perbedaan Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan yang perlu diketahui. Apakah informasi kami membantu?